Cat Tembok Menggelembung: Penyebab & Solusinya

Melihat cat tembok menggelembung tentu membuat pemilik rumah khawatir, apalagi jika gelembung terus membesar hingga akhirnya cat terkelupas dan harus diperbaiki kembali.

Banyak orang mengira penyebabnya hanya kualitas cat yang buruk. Padahal, gelembung pada permukaan dinding sering menjadi tanda bahwa ada masalah yang terjadi di balik lapisan finishing.

Sebelum mengerok seluruh cat atau langsung mengecat ulang lagi, pahami terlebih dahulu penyebab cat tembok menggelembung agar perbaikannya benar-benar menyelesaikan masalah secara tuntas, bukan sementara.

Gelembung Bukan Penyebab

Saat cat tembok menggelembung, gelembung yang terlihat sebenarnya hanyalah gejala, bukan penyebab!

Pada banyak kasus, lapisan cat terdorong karena adanya ‘tekanan’ dari balik permukaan. Tekanan tersebut bisa berasal dari air, uap air, udara yang terperangkap, maupun lapisan dasar yang sudah kehilangan daya rekatnya.

Itulah sebabnya mengapa menghilangkan gelembung tanpa mencari sumber masalah sering berakhir dengan kerusakan yang sama beberapa bulan kemudian.

Penyebab Paling Umum

Beberapa penyebab paling umum yang membuat cat tembok menggelembung, yaitu:

Rembesan Air

Inilah penyebab yang paling banyak ditemukan pada bangunan rumah tinggal.

Air yang meresap ke dalam plester akan memberikan tekanan pada lapisan cat hingga terbentuk gelembung. Setelah beberapa waktu, gelembung akan pecah dan cat mulai mengelupas.

Apabila dinding pernah mengalami rembesan hujan atau kelembapan kronis, kemungkinan ini perlu diperiksa lebih dahulu. Artikel Tembok Rumah Rembes dari Luar Apakah Bahaya? membahas gejala tersebut lebih lengkap.

Dinding Masih Basah

Pengecatan pada dinding yang belum benar-benar kering juga dapat menyebabkan cat tembok menggelembung tak lama setelah pengecatan.

Kelembapan yang masih tersimpan di dalam plester perlahan mendorong lapisan finishing hingga akhirnya muncul gelembung.

Lapisan Lama Tidak Stabil

Cat baru yang diaplikasikan di atas cat lama yang sudah rapuh akan mengikuti kondisi lapisan di bawahnya.

Akibatnya, bukan hanya cat lama yang terangkat, tetapi seluruh lapisan finishing ikut menggelembung, siap terkelupas dan terlepas.

Cat Primer Tidak Sesuai

Cat primer membantu meningkatkan daya rekat cat setelahnya, sekaligus mengontrol daya serap pada dinding. Tahapan awal ini sering diabaikan para pemilik rumah demi menekan biaya finishing.

Padahal, tanpa lapisan dasar yang sesuai, beberapa permukaan menjadi lebih mudah mengalami kegagalan finishing, apalagi adanya potensi kelembapan yang tinggi.

Kenali Bentuk Gelembung

Tidak semua gelembung memiliki penyebab yang sama. Ini ditandai visual dalam bentuk gelembung cat itu sendiri, misalnya:

  • gelembung kecil menyebar merata
  • gelembung besar pada satu titik
  • gelembung muncul setelah hujan
  • gelembung disertai bercak lembap
  • gelembung diikuti cat mengelupas

Nah, pola visual tersebut dapat membantu memperkirakan, apakah masalah berasal dari kelembapan, kesalahan aplikasi cat, atau kerusakan lapisan plester.

Semakin jelas pola kerusakannya, semakin mudah menentukan solusi yang tepat.

Dikelupas dan Langsung Cat?

Sebagian orang memilih menusuk atau mengelupas (kerok) gelembung, lalu langsung mengecat ulang dengan cat berharga mahal.

Cara tersebut memang membuat permukaan kembali rata dan enak dipandang. Namun itu sementara sifatnya, apabila penyebab utamanya belum diperbaiki. Cat tembok baru yang mahal itu tinggal menunggu waktu untuk kembali menggelembung.

Karena itu, langkah pertama sebaiknya selalu dimulai dengan mencari sumber rembesan, kelembapan, atau lapisan dasar yang bermasalah. Setelah itu, solusi yang tepat bisa dikerjakan.

Cara Mengatasi Cat Menggelembung

Penanganan cat tembok menggelembung dilakukan melalui beberapa tahapan. Berikut cara mengatasi tembok menggelembung:

  1. Temukan penyebab utamanya
  2. Pastikan sumber rembesan telah dihentikan
  3. Kerok seluruh lapisan yang sudah kehilangan daya rekat
  4. Perbaiki plester atau plamir apabila diperlukan
  5. Pastikan dinding benar-benar kering
  6. Gunakan primer yang sesuai
  7. Lakukan pengecatan ulang
  8. Secara berkala bisa mengecek sumber penyebab

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Tembok Rembes!

Simulasi Kerugian

Misalkan satu bidang dinding seluas 10 m² mengalami cat tembok menggelembung. Biaya sekali pengecatan ulang dapat terdiri atas:

  • material sekitar Rp 400.000
  • tenaga kerja sekitar Rp 500.000

Total sekitar Rp 900.000.

Apabila pekerjaan harus diulang dua hingga tiga kali, karena sumber kelembapan belum diperbaiki tuntas, maka total biaya dapat melebihi Rp 2.700.000 tanpa benar-benar menghilangkan penyebabnya.

Karena itu, memperbaiki akar masalah biasanya jauh lebih hemat dibanding terus melakukan finishing berulang.

Tangani Sendiri atau Mencari Tukang?

Perbaikan sendiri masih memungkinkan apabila gelembung hanya muncul pada area kecil, tidak meluas, dan tidak disertai tanda-tanda kelembapan parah.

Namun, sebaiknya menggunakan tukang berpengalaman apabila:

  • cat tembok menggelembung selalu muncul di lokasi yang sama
  • gelembung bertambah besar setiap musim hujan
  • plester mulai rapuh
  • muncul jamur
  • cat ikut mengelupas

Untuk membantu menentukan apakah pekerjaan masih dapat dilakukan sendiri, artikel Kapan Panggil Tukang, Kapan DIY? bisa membantu dalam pengambilan keputusan.

Jangan Abaikan Gejalanya!

Sering kali cat tembok menggelembung merupakan tanda awal sebelum cat benar-benar terkelupas.

Apabila penyebabnya segera ditemukan, kerusakan biasanya masih terbatas pada lapisan finishing. Sebaliknya, apabila dibiarkan terlalu lama, kelembapan dapat menyebar ke area yang lebih luas hingga memengaruhi plester maupun struktur pelapis dinding.

Itu sebabnya, jangan cuma menghilangkan gejalanya, yaitu si gelembung! Pastikan penyebab utamanya sudah diperbaiki tuntas, agar cat tembok menggelembung tidak kembali muncul.

AyoCari – Solusi Home Improvement

Masalah cat tembok menggelembung sering membutuhkan pemeriksaan menyeluruh sebelum dilakukan pengecatan ulang atau finishing. Melalui AyoCari, anda dapat menemukan mitra tukang maupun vendor bangunan yang sesuai untuk membantu mengidentifikasi penyebab kerusakan sehingga solusi yang dipilih tepat sasaran.

Dengan diagnosis yang benar, pekerjaan perbaikan menjadi lebih efektif dan resiko kerusakan berulang dapat diminimalisir.

Disclaimer

AyoCari merupakan platform yang membantu mempertemukan pemilik rumah dengan mitra tukang maupun vendor dalam ekosistem home improvement. Seluruh mitra yang terdaftar bukan merupakan karyawan AyoCari, dan platform ini bukan pelaksana proyek konstruksi maupun penyedia jasa renovasi.

AyoCari tidak menerapkan sistem bidding proyek, escrow, dan tidak mengambil komisi dari nilai pekerjaan, serta tidak menentukan harga, metode kerja, maupun hasil pekerjaan. Seluruh keputusan memilih mitra, melakukan negosiasi, menyepakati biaya, pelaksanaan pekerjaan, hingga transaksi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik rumah dan mitra yang dipilih.

Calvyn Toar
Calvyn Toar

Calvyn Toar adalah Head of SEO yang telah berkecimpung di dunia website dan SEO sejak 2016. Perjalanannya dimulai dengan mendirikan ManadoBaswara.com sebagai Founder sekaligus SEO Content Writer.
Sejak saat itu, bersama karibnya, Andi Samuel, mengembangkan berbagai proyek digital, termasuk Satulangkah.com, CantikJelita.com, AyoCari.com, serta menangani sejumlah proyek SEO untuk berbagai klien.
Berbekal pengalaman sebagai SEO Content Writer, Calvyn berfokus pada pengembangan strategi SEO, topical authority, dan konten yang mengutamakan kebutuhan pengguna, akurasi informasi, serta praktik SEO yang berkelanjutan.
Di AyoCari, ia memimpin strategi pengembangan konten, agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi tepercaya seputar perbaikan, perawatan, dan kebutuhan rumah yang berkelanjutan.
Di luar pekerjaannya, Calvyn gemar mempelajari SEO, teknologi informasi, dan AI. Saat ini ia berdomisili di Jakarta, Indonesia, dan dapat dihubungi melalui [email protected].
Memento Vivere. Memento Mori.